Senin, 01 Maret 2021

Serial 36~100 hadits tentang wanita

*🌴💥💫Shalat Dua Hari Raya Bagi Wanita*

Oleh Ustadz fuadh baraba 

*📖 Hadits ketiga puluh enam dari buku 100 hadits tentang *Wanita*

Shalat 'id adalah shalat yang wajib diikuti wanita muslimah yang suci atau tidak sedang haid. Namun bagaimana hukum wanita yang sedang haid menghadiri Shalat 'id? 

Wanita yang sedang haid tetap harus mendatangi rangkaian shalat 'id yang dilaksanakan. Wanita yang sedang haid dianjurkan mendengarkan khutbah selama khutbah berlangsung, namun tidak diperbolehkan untuk mengikuti shalat 'id dan hendaknya menjauhi tempat shalat saat akan berlangsung. 

Wanita yang sedang haid dapat berkumpul dalam barisan jamaah untuk bersama-sama berdoa mengharapkan berkah dan kesucian hari raya.

Mari kita simak hadits berikut, 

عَنْ حَفْصَةَ قَالَتْ: كُنَّا نَمْنَعُ عَوَاتِقَنَا أَنْ يَخْرُجْنَ فِي الْعِيدَيْنِ، فَقَدِمَتِ امْرَأَةٌ، فَنَزَلَتْ قَصْرَ بَنِي خَلَفٍ، فَحَدَّثَتْ عَنْ أُخْتِهَا، وَكَانَ زَوْجُ أُخْتِهَا غَزَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ، وَكَانَتْ أُخْتِي مَعَهُ فِي سِتٍّ، قَالَتْ: كُنَّا نُدَاوِي الْكَلْمَى، وَنَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى، فَسَأَلَتْ أُخْتِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَعَلَى إِحْدَانَا بَأْسٌ إِذَا لَمْ يَكُنْ لَهَا جِلْبَابٌ أَنْ لَا تَخْرُجَ قَالَ: لِتُلْبِسْهَا صَاحِبَتُهَا مِنْ جِلْبَابِهَا، وَلْتَشْهَدِ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُسْلِمِينَ". فَلَمَّا قَدِمَتْ أُمُّ عَطِيَّةَ سَأَلْتُهَا: أَسَمِعْتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ قَالَتْ: بِأَبِي نَعَمْ، وَكَانَتْ لَا تَذْكُرُهُ إِلَّا قَالَتْ بِأَبِي، سَمِعْتُهُ يَقُولُ: يَخْرُجُ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ، أَوِ الْعَوَاتِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ، وَالْحُيَّضُ، وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ، وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِينَ، وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى". قَالَتْ حَفْصَةُ: فَقُلْتُ: الْحُيَّضُ؟ فَقَالَتْ: أَلَيْسَ تَشْهَدُ عَرَفَةَ، وَكَذَا وَكَذَا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
*_"Dari Hafshah radhiallahu 'anha berkata, Dahulu kami melarang anak-anak gadis kami ikut keluar untuk shalat pada dua hari raya. Hingga suatu hari ada seorang wanita mendatangi desa Qashra Banu Khalaf, wanita itu menceritakan bahwa suami dari saudara perempuannya pernah ikut berperang bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sebanyak dua belas peperangan, dia berkata, 'Saudaraku itu hidup bersama suaminya selama enam tahun.' dia menceritakan, "Dulu kami sering mengobati orang-orang yang terluka dan mengurus orang yang sakit.' Saudara perempuanku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Apakah berdosa apabila salah seorang dari kami tidak keluar (mengikuti shalat 'id) karena tidak memiliki jilbab?" Beliau menjawab: "Hendaklah temannya meminjamkan jilbab miliknya untuknya, agar mereka dapat menyaksikan kebaikan dan mendo'akan kaum Muslimin." Ketika Ummu 'Athiyah tiba aku bertanya kepadanya, "Apakah kamu mendengar langsung dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam?" Ummu 'Athiyah menjawab, "Ya. Bapakku sebagai tebusannya!" Ummu 'Athiyah tidak mengatakan tentang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali hanya mengatakan 'bapakku sebagai tebusannya, aku mendengar beliau bersabda: "Hendaklah para gadis dan wanita-wanita yang dipingit, dan wanita yang sedang haid ikut menyaksikan kebaikan dan mendoakan Kaum Muslimin, dan wanita-wanita yang sedang haid hendaknya menjauh dari tempat shalat." Hafshah, "Aku katakan, "Wanita haid?" Wanita itu menjawab, "Bukankah mereka juga hadir di 'Arafah, begini dan begini?""._* (HR. Muttafaq 'alaih).

Maka dari itu, wanita haid tetap menyaksikan shalat 'I'd bersama kaum muslimin, dengan tetap menjaga auratnya. 

Allahu a'lam

Join Grup Whatsapp Al Manhaj salafiy
Wa.me/+886976357679
Website:https://almanhajsalafiy.blogspot.com/?m=1

✅ Silakan disebar luaskan semoga mendapat pahala yang sama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar