*🌴💫💥Mandi Setelah Suci Dari Haid*
Oleh Ustadz fuadh baraba
*📖 Hadits kedua puluh delapan dari buku 100 hadits tentang *Wanita*
Haid merupakan salah satu najis yang menghalangi wanita untuk shalat dan puasa, oleh karena itu apabila seorang wanita telah selesai dari haidnya, maka dia harus bersuci yaitu dengan mandi haid, dan membersihkan bekas darah haidnya.
Dan hendaknya kita berusaha untuk mengikuti syariat dalam melaksanakan perintah Allah Ta'ala, demikian pula ketika Allah Ta'ala memerintahkan para wanita yang telah bersih dari haidnya untuk mandi haid.
Mari kita perhatikan tata cara mandi, dan membersihkan bekas darah haid pada hadits berikut ini,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ أَسْمَاءَ سَأَلَتِ النَّبِىَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ غُسْلِ الْمَحِيضِ فَقَالَ: تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ، ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا ». فَقَالَتْ أَسْمَاءُ: وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا. فَقَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِينَ بِهَا. فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنَّهَا تُخْفِى ذَلِكَ: تَتَبَّعِينَ أَثَرَ الدَّمِ. وَسَأَلَتْهُ عَنْ غُسْلِ الْجَنَابَةِ، فَقَالَ: تَأْخُذُ مَاءً فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ أَوْ تُبْلِغُ الطُّهُورَ، ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا، ثُمَّ تُفِيضُ عَلَيْهَا الْمَاءَ. فَقَالَتْ عَائِشَةُ:
نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الأَنْصَارِ، لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
Dari Aisyah radhiallahu 'anha, bahwasanya Asma bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang mandi haid, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
*_"Salah seorang di antara kalian (wanita) mengambil air dan daun bidara, kemudian dia bersuci dan membaguskan bersucinya, kemudian dia menuangkan air di atas kepalanya lalu menggosok-gosokkannya dengan kuat sehingga air sampai pada kulit kepalanya, kemudian dia menyiramkan air ke seluruh badannya, lalu mengambil sepotong kain atau kapas yang diberi minyak wangi, kemudian dia bersuci dengannya"._*
*_"Maka Asma bertanya: “Bagaimana aku bersuci dengannya?”"._*
*_"Beliau bersabda, “Subhanallah, bersucilah kamu dengannya.” Lalu Aisyah berkata -seakan-akan dia menutupi hal tersebut-, “Engkau mengikuti (mengusap) bekas darah (dengan kapas itu)”"._*
*_"Dan dia bertanya kepada beliau tentang mandi junub, maka beliau bersabda, Hendaklah kamu mengambil air lalu bersuci dan membaguskan bersucinya, atau maksimalkan dalam bersuci kemudian kamu siramkan air ke kepala, lalu memijatnya hingga mencapai dasar kepalanya, kemudian menuangkan air padanya’"._*
*_"Maka Aisyah berkata: Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk belajar agama"._* (HR. Muttafaq 'alaih).
Malu bukan penghalang bagi wanita untuk memperdalam ilmu agama, dan lebih utama jika belajar kepada sesama wanita yang alim dalam masalah agama.
Allahu a'lam
Join Grup Whatsapp Al Manhaj salafiy
Wa.me/+886976357679
Website:https://almanhajsalafiy.blogspot.com/?m=1
Webisite:https://almanhajsalafiygms.wordpress.com
Fanspage:https://www.facebook.com/AlManhajSalafiy/
✅ Silakan disebar luaskan semoga mendapat pahala yang sama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar